Loading...
Showing posts with label Akal Hati Nafsu. Show all posts
Showing posts with label Akal Hati Nafsu. Show all posts

Semua Ada Waktunya

Add Comment
"Kamu tidak mau menikah, Day?” tanya Hati di sore itu.

Aku terdiam. Sejenak kaget mendengar pertanyaan. Pertanyaan yang lebih ke sebuah kekhawatiran. Aku hanya tersenyum kepadanya. Menyesap kopi di cangkir yang sembari tadi kupegang.

“Apakah pertanyaanku salah?” tanyanya kembali.

Aku hanya menggelengkan kepala. Menikmati semilir angin sore di balkon rumah. Melihat pemandangan hiaju yang terhampar di persawahan.

Aku dan Hati membisu. Hati sepertinya merasa bersalah atas pertanyannya barusan. Hanya memandang secangkir teh yang dibuatnya tadi.

“Hat, setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan. Agar mereka saling mengenal. Siapa di dunia ini yang tidak ingin menikah, Hat. Aku pun mempunyai keinginan tersebut. Lantas apa yang kau khawatirkan?” jawabku tanpa memandangnya.

“Mungkin kamu khawatir bahwa teman-teman seangkatan saya sudah menikah semua. Sudah memiliki momongan. Bahwakan teman-teman di bawahku juga sudah banyak yang menikah. Itu yang kamu risaukan?” kali ini aku berubah memandang wajahnya.

Hati hanya mengangguk pelan.

“Aku pun juga demikian, Hat. Kadang kala iri juga melihat teman-teman lainnya sudah menikah semua. Tetapi aku sadar Hat. Segala sesuatu itu ada waktunya. Dan mungkin ini memang belum waktuku untuk mengucapkan janji sakral tersebut. Segala sesuatu yang sudah ditulis di Lauh Mahfudz baik itu rejeki, jodoh dan mati, tidak bisa kita majukan atau dimundurkan. Mungkin ini rencana-Nya bahwa saya harus memperbaiki diri. Fokus belajar dan bekerja. Maka yang terbaik akan datang sendiri.”

“Apakah kamu tidak malu ketika ditanya sama teman-temanmu, Day?”

Aku tertawa mendengar pertanyaan Hati. Hati berbalik menatapku heran. Mungkin kalau diungkapkan, ‘apakah ada yang lucu?’

“Kenapa aku harus malu, Hat? Malu karena sampai saat ini aku masih sendiri? Biarlah mereka berkata apa. Tidak lakulah. Tidak beranilah. Mengejek. Meremehkan. Lantas jika semua perkataan mereka aku dengarkan. Apakah lantas jodohku besuk langsung datang? Besuk bisa langsung menikah seperti apa yang mereka khawatirkan?”

“Aku percaya dengan janji-janji terbaik-Nya. Dan doa-doa terbaik dari orang yang sungguh peduli. Bukan sekadar rese' sibuk bertanya sambil tertawa cengengesan. Wajah sok akrab tapi sebenarnya meremehkan.”

Hati mendekatiku. Berjejer tepat di sebelahku. Tangannya memegang tanganku yang masih memegang cangkir kopi. Hangat. Sehangat perhatiannya selama ini. Sehangat kepeduliannya selama ini.

“Aku hanya berharap, kamu tidak pernah membenci atau menaruh dendam kepada orang-orang yang pernah membuatmu sakit atau kecewa karena persoalan cinta.”

Seketika aku diam. Menunduk. Tidak tahu apa yang harus aku ucapkan sebagai pembelaan. Pandanganku hanya tertuju ke kopi hitam di dalam cangkir. Samakah warnanya dengan apa yang aku pendam saat ini. Mudah memang mengucapkan sebuah kata maaf. Tetapi untuk belajar mengobati apa yang sudah mereka torehkan belum bisa aku lakukan. Dan itu yang Hati lihat dari laki-laki yang berdiri tepat di sebelahnya.

“Orang insting, seperti kamu Day, selalu menyimpan benci dan dendam atas rasa sakit apa yang mereka terima. Aku berharap kamu dapat membuang dendam atau benci tersebut. Percayalah, membenci hanya menyakiti dirimu sendiri. Karena terkadang tidak semua luka harus dibayar dengan luka,” Hati mengenggam tanganku semakin erat.

Aku hanya mengangguk pelan.

“Apakah aku bisa?” batinku.

“Segala sesuatu tidak ada yang tidak mungkin, Day.”

Keutamaan Seorang Wanita

Add Comment

Sore yang indah.

"Day, sibuk gak?"

Lamunanku buyar mendengar suara Hati dari belakang. Aku menoleh dan memasang wajah ada apa gerangan? Pekerjaanku menumpuk di atas meja. Kertas-kertas berserakan tidak menentu. Banyak sekali yang menggantung. Semua buntu.

"Yuk jalan-jalan ke taman. Kau sudah lama kamu tidak mengajakku jalan-jalan sore lagi," ajaknya sambil menarikku agar berdiri dari kursi peraduan. Aku segera mengambil kunci motor dan mencari keberadaan HPku. Aku mengitari seluruh meja dan kamar. Itu dia.

Tiba-tiba Hati mencegahku. "Kali ini HP ditinggal saja! Sekali-kali boleh kan tidak bawa gadget!"
Aku mengangguk pelan. Tak apalah, batinku.

Hati segera menggandengku keluar kamar. Antusias sekali dia sore ini.
*****
Ada taman kota tidak jauh dari desa. Terletak di tengah persawahan. Dikelilingi pohon mahoni. Di tengah taman sengaja diletakkan beberapa permainan anak-anak. Ayunan, perosotan, jungkat-jungkit, dan lainnya. Taman ini menjadi destinasi para warga untuk bermain bersama buah hati dan keluarganya. Jangan heran kalau sore hari adalah waktu paling ramai di taman tersebut.

Setelah 15 menit akhirnya kami sampai di taman. Seperti dugaanku, taman sudah ramai. Kebanyakan keluarga yang membawa buah hatinya bermain.

"Sudah ramai ya Day?" kata Hati turun dari motor. Aku mengangguk.

"Yuk ke kursi itu!" Hati setengah berlari menarik tanganku.

Asri. Damai. Tenang. Melihat keceriaan yang terpancar dari wajah anak-anak yang bermain.

"Inilah kehidupan yang sebenarnya Day!"

"Maksudnya apa, Hat?"

"Lihatlah di tengah taman itu. Inilah gambaran nyata kehidupan Day. Bukan cuma sebatas di layar 5 inch smartphone atau layar monitor saja. Jaman memang sudah banyak berubah. Mereka lebih asyik di dunia mayanya sendiri tanpa menghiraukan dunia nyata di sekelilingnya."

"Mereka hanya tidak siap menghadapi pergeseran kehidupan," jawabku sekenanya.

'Ini bukan masalah siap tidak siap Day. Mereka saja yang tidak bisa mengatur porsi masing-masing. Ketika mereka lebih asyik berkutat dengan dunia tak nyatanya, dunia nyata mereka dengan sendirinya akan terlupakan. Yuk ikut bermain dengan anak-anak," ajak Hati beranjak ke tengah taman.

Apakah selama ini aku terlalu disibukkan dengan dunia maya? Aahhhh. Aku melihat Hati begitu ceria sore ini. Gelak tawanya. Senyumnya. Ketika bermain dengan anak-anak. Bersendau gurau bersama anak kecil lainnya.

Tiba-tiba sebuah bola jatuh di depanku. Terlihat dari kejauhan Hati melambaikan tangan meminta bola tersebut. Aku ambil bola tersebut dan melangkah menuju kerumunan anak-anak kecil.
*****
"Gimana Day? Menyenangkan bukan?" tanya Hati setelah tadi bermain dengan anak-anak. Kami putuskan untuk menyudahi permainan bola tersebut. Merebahkan kembali tubuh ini ke deretan kursi taman yang lumayan lenggang.

Aku mengangguk pelan. Sore ini tidak tahu kenapa bawaannya tidak mau banyak berdebat dengan Hati. Malas rasanya untuk berkomentar.

"Day, kamu lihat ibu-ibu yang di sana?" tunjuk Hati ke seorang ibu di taman.

"Ibu-ibu yang menggendong bayi dan mendorong kereta bayinya itu?" jawabku menebak siapa yang ditunjuk Hati barusan.

"Ya. Ibu yang membawa kelima anaknya itu. Beliau hebat ya Day! Seorang diri menjaga kelima anaknya!"

Terlihat di sana ibu-ibu yang sedang menggendong bayi dan mendorong kereta bayinya. Di sekelilingnya berlarian tiga buah hati lainnya. Ibu dengan kelima anaknya.

"Jangan lupa ada suami hebat juga di samping ibu tersebut, Hat!"

"Iya, tapi sekarang beliau sedang sendirian bukan? Mungkin suami masih bekerja!" balas Hati menatapku. Aku membalas tatapannya bertanda heran.

"Kau tahu Day, seorang wanita itu adalah makhluk yang memiliki banyak keuutamaan."

"Makhluk yang memiliki banyak keutamaan? Maksudnya apa Hat?" tanyaku tidak mengerti arah pembicaraan Hati. Sepertinya akan ada pengetahuam baru dari Hati, batinku.

"Kau menatapku jangan begitulah Day! Serasa aku ini makhluk aneh di sini, hahaha," Hati tertawa melihat ekspresiku."Wanita itu memiliki banyak sekali keutamaan, Day. Kau bisa melihatnya dari sosok ibumu sendiri atau ibu-ibu tadi. Pertama, wanita memiliki bahu kuat. Buat apa? Agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur."

Aku memperhatikan dengan saksama.

"Yang kedua, wanita diberi kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu. Sudah bukan rahasia umum lagi kan banyak sekarang anak yang durhaka kepada orangtuanya. Padahal kalau mereka mau berpikir betapa beratnya seorang ibu ketika melahirkan. Mempertaruhkan nyawanya segala!"

"Selanjutnya?" potongku tidak sabaran.

"Ketiga, wanita diberi keperkasaan dan kesabaran. Keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa. Kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah. Pandanglah wajah Ibumu ketika terlelap tidur, itulah wajah asli beliau tanpa ada yang ditutupi di depan anak-anaknya."

Tidak tahu mengapa, aku menggenggam erat tangan Hati. Seolah membangkitkanku memori tentang ibu. Aku kangen padamu Bu!

"Yang keempat, wanita dikaruniai perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya."

Hati berhenti sejenak mengambil nafas. Menikmati setiap hembusan nafas udara sore ini. Taman semakin ramai. Banyak keluarga yang mulai berdatangan.

"Selanjutnya, wanita diberi kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya."

"Bukankah sudah menjadi kewajiban suami untuk menjaga istri dan keluarganya, Hat? Lantas penjelasan perkataanmu barusan apa?" akhirnya aku bertanya juga.

"Hehehe," Hati malah tertawa kecil mendengar pertanyaanku. "Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak? Hati dan jantung tersebut ibarat suami, anak dan keluarganya. Kalau masalah misua menjaga keluarganya, itu sudah menjadi kodrat laki-laki menjaga sesuatu yang berharga baginya."

"Yuk, Day kita bermain lagi! Banyak anak-anak kecil lucu di sana! Sisanya nanti saya beritahu di perjalanan pulang saja. Yukkk..

Aku ditarik Hati untuk ke tengah taman lagi. Bermain dengan anak-anak kecil yang lucu. Berlarian ke sana kemari. Tidak ada lelah-lelahnya ini anak, batinku. Aku saja yang hanya melihat saja sudah ngos-ngosan.
****
Jam tanganku sudah menunjukkan pukul 16:30. Sudah 2 jam lebih aku dan Hati bermain di taman. Matahari sudah turun ke peraduannya. Semburat jingga menghiasai langit sore. Menambah keindahan sore ini. Inilah kehidupan nyata. Yang tidak bisa kita jumpai kalau hanya memandang monitor Hp atau komputer saja.

"Ayo pulang Hat! Sudah sore!" terlihat wajah sedikit kesal karena harus menyudahi keceriaannya sore ini.

Sepanjang jalan desa kiri kanan ditanami pohon angsana. Membuat rimbun dan teduh ketika siang hari. Musim kemarau waktu yang pas menjumpai pohon angsana berbunga. Bunga kecil berwarna kuning. Ketika tertiup angin bunga tersebut jatuh menutupi jalan. Indah sekali momen langka ini. Kalau di Jepang ada bunga Sakura, di sini ada bunga Angsana.

"Hat, tadi kamu bilang masih ada dua keutamaan sebagai wanita kan?" tanyaku mengingatkan.

"Oh ya hampir lupa. Sudah keberapa ya Day?"

"Keenam," jawabku singkat

"Wanita diberi kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi."

"Dan yang terakhir adalah wanita diberi air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus diberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan."

Hati melingkarkan tangannya ke tubuhku. Menyandarkan wajahnya ke punggungku.

"Makasih ya Hat, atas pelajaran sore ini. Kau mengajarkan banyak hal kepadaku. Bahwa kehidupan itu tidak terbatas di sepetak layar HP atau monitor. Hidup sebenarnya adalah berinterksi langsung dengan sekeliling kita. Juga tentang pemahamanmu mengenai sosok wanita."

Tidak ada jawaban dari belakang.

"Hat.... Hat.... “ Yah, mungkin dia ketiduran karena capek.

Aku pacu motorku menyusuri jalan aspal. Hati tertidur di punggungku. Ditemani bungan angsana yang jatuh tertiup angin. Kawan, sudah kita peduli dengan sekitar kita terutama keluarga kita. Jangan sampai kita menyesal ketika mereka sudah tidak ada.

Salam Macul

Belajar Dari Air

Add Comment

Sore itu akhirnya turun hujan. Sudah lama tidak turun hujan. Membasuh tanah kampung yang sudah kering kerontang akibat kemarau panjang. Hal yang sangat dinanti-nantikan para petani untuk mengawali musim tanah. Bau khas tanah kering terguyur air hujan. Orang kampung menyebutkan bau tanah lempung.

Tak ada yang aku lakukan, hanya memandang hujan di balik kaca kamar dekat balkon. Melihat tetesan air hujan yang tanpa lelah turun ke bumi. Seperti itulah mencintai tanpa mengenal lelah. Layaknya air hujan yang tanpa henti membasuh bumi. Meski mereka tahu sakit rasanya. Haiisshh aku ngelantur apa ini.

"Daripada bengong gitu mending kita main UNO yuk!" ajak Hati mendekatiku. Langsung duduk persis di sebelahku membawa tumpukan kartu UNO. "Akal, Nafsu ayo ke sini. Ikut main UNO!" ajak Hati kepada Akal dan Nafsu yang dari tadi bertengkar berebut main game di laptop. Mereka selalu saja begitu.

"Dingin-dingin gini ditemani cokelat panas enak nih," celetuk Hati yang masih menata kartu UNOnya."Kal, buatin dong! Kemarin kan sudah aku buatin teh hangat. Ya ya ya?" rengeknya.

"Ah, manja sekali kau, Hat!" jawab Akal."Naf, ayo ikut ke dapur. Bantu buat!"

"Yaaaahhhh...." lagi-lagi jawaban sebal mereka perlihatkan.

Cokelat panas sudah tersaji di depan masing-masing. Hawa dingin mulai merasuk. Guyuran hujan masih belum berhenti. Embun air mulai nampak di dinding kaca. Tujuh kartu UNO juga sudah tangan masing-masing. Hati mulai permainan kartu, mengambil kartu awal 7 merah.
*****
Sekarang gilirannya Nafsu yang main. Kartu teratas adalah Wild Two (+2) yang berarti Nafsu harus mengambil dua kartu dari tumpukan. Permainan berlanjut.

"Hujan belum juga reda ya?" gumamku sendiri. "Air. Menurut kalian air apakah yang sangat berharga di dunia ini?" tiba-tiba aku mengeluarkan bahan pertanyaan di sela permainan UNO. Mereka bertiga berhenti sejenak.

"Kalau aku sih mungkin berpendapatnya ASI. Air Susu Ibu. Karena kita kecil tidak mungkin tidak minum ASI. Bahkan itu sangat dianjurkan sampai umur 2 tahun. Dan sudah banyak penelitian yang membuktikan pentingnya ASI eksklusif bagi perkembangan balita itu sendiri," tutur Hati langsung menanggapi.

"ASI kan susu, Boy. Bukan air. Yang penting kamu jalan dulu. Lama nih aku nunggu kamu gak jalan-jalan. Kalau memang gak ada kartu yang cocok cepatan ambil!" balas Nafsu yang kesal.

"Iya-iya, sabar sedikit kenapa?" Hati mengeluarkan kartu 8 Hijau. Giliranku yang harus mengambil kartu karena tidak ada kartu angka 8 atau warna hijau di tangan.

"Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan otak pada bayi yang diberi ASI lebih besar daripada bayi yang tidak diberikan ASI. Sebuah analisis komparatif bayi yang diberi ASI dan susu formula bayi oleh James W. Anderson, ilmuwan dari University of Kentucky, menetapkan bahwa IQ bayi yang diberi ASI lebih tinggi 5 angka daripada bayi lainnya yang tidak diberi ASI.

“Sebagai hasil dari penelitian ini, ditetapkan bahwa ASI sangat bermanfaat bagi kecerdasan hingga 6 bulan dan bahwa anak-anak yang disusui kurang dari 8 minggu menunjukan tidak adanya perkembangan IQ yang signifikan.

Kami bertiga mendengarkan dengan saksama penjelasan Hati. Giliran si Akal yang harus mengambil kartu di tumpukan karena Nafsu mengeluarkan kartu Wild Four. Terlihat Nafsu tertawa dengan sinis dan puas.

"Sebagai hasil dari semua penelitian yang telah dilakukan, terbukti bahwa ASI yang dibahas dalam ratusan tulisan yang telah terbit, melindungi bayi terhadap kanker. Fakta menunjukan  bahwa mekanisme yang belum sepenuhnya dipahami. Ketika sebuah protein ASI membunuh sel-sel tumor yang telah ditumbuhkan di dalam laboratorium tanpa merusak sel yang sehat, para peneliti menyatakan bahwa sebuah potensi besar telah muncul.

“Catharina Svanborg, profesor imunologi klinis di Universitas Lund di Swedia, memimpin kelompok penelitian yang menemukan rahasia mengagumkan dari ASI. Tim ini di Universitas Lund menjelaskan kemampuan ASI dalam memberikan perlindungan melawan beragam jenis kanker sebagai penemuan yang ajaib. UNO...," ujar Hati dengan semangat. Yang menandakan kartu yang di tangan Hati tinggal satu.

"Dan ironisnya, banyak ibu-ibu muda sekarang yang tidak memberikan ASI eksklusif. Alasannya karirlah, capeklah dan seabrek alasan yang dibuat-buat. Padahal dalam Al Qu'an sudah dijelaskan dengan gamblang, “Dan Ibu-Ibu  hendaklah  menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh. Bagi yang ingin menyusui secara sempurna……”. (Al Qur’an, 2:233)"

"UNO...." lagi-lagi Hati berteriak. Ternyata Nafsu yang kartunya tinggal satu lupa mengucapkan kata UNO. Karena sudah didahului Hati, Nafsu harus mengambil dua kartu di tumpukan kartu. Wajah Nafsu semakin sebal dan jengkel. Bisa-bisanya dia lupa mengucapkan UNO.
*****
Kini giliran Akal ikut ambil bagian dalam diskusi hangat sore ini. Tidak lupa dia mengeluarkan kartu Skip

"Kalau menurutku air wudhu. Secara tidak sadar, kita selalu menyepelekan hal berwudhu. Karena sesungguhnya berwudhu tidak sekedar membasahkan muka dari air saja. Sejatinya banyak sekali manfaat yang bisa kita peroleh dari berwudhu. Ini siapa yang selanjutnya jalan nih?” akal mengitarkan pandangannya ke kami bertiga. Semua mata tertuju kepadanya.

“Oh aku yang jalan to. Maaf, maaf,” Akal mengeluarkan lagi-lagi kartu Skip. Kartu di tangannya kini tersisa dua kartu.

“Peneliti dari Universitas Alexsandria, dr Musthafa Syahatah, yang sekaligus menjabat sebagai Dekan Fakultas THT, menyebutkan bahwa jumlah kuman pada orang yang berwudhu lebih sedikit dibanding orang yang tidak berwudhu.

“Dengan ber-istisnaq (menghirup air dalam hidung) misalnya kita dapat mencegah timbulnya penyakit dalam hidung. Dengan mencuci kedua tangan, kita dapat menjaga kebersihan tangan. Kita juga bisa menjaga kebersihan kulit wajah bila kita rajin berwudhu. Selain itu, kita juga bisa menjaga kebersihan daun telinga dan telapak kaki kita, artinya dengan sering berwudhu kita dapat menjaga kesehatan tubuh kita. UNO.....” Akal mengucapkan UNO yang berarti kartunya tinggal satu. Kartu yang dikeluarkan Wild Four (+4).

“Warna apa yang kamu pilih Kal?” Hati yang bersemangat kartunya tinggal satu. Hati mendengus kesal karena warna yang dipilih Akal tidak sama yang dimiliki Hati. Terpkasa Hati harus mengambil empat kartu di tumpukan kartu ambilan. Nafsu yang dari tadi masih diam tertawa senang karena Hati tidak jadi menang.

“Para pakar kesehatan senantiasa menganjurkan agar kita mencuci kaki mulut dan muka sebelum tidur. Apakah itu juga ada hubungannya dengan manfaat berwudhu sesuai penjabaranmu tadi Kal?” gantian aku yang bertanya.

“Boy, cepetan jalanlah. Sudah lama aku menunggu dari tadi Hati sudah minum kartu banyak itu, hahahaha,” sergah Nafsu

“Anjuran untuk berwudhu juga mengandung nilai ibadah yang tinggi. Sebab ketika seseorang dalam keadaan suci. Jika seseorang berada dalam keadaan suci, berarti ia dekat dengan Allah. Karena Allah akan dekat dan cinta kepada orang-orang yang berada dalam keadaan suci.

“Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa tidur dimalam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hamba mu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’”. (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r.a.) Atau hadist lainnya yang berbunyi, “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan shalat.” (HR. Bukahri dan Muslim) 

“Dari Umar bin Harits bahwa nabi bersabda: “Barangsiapa tidur dalam keadaan berwudhu, maka apabila mati disaat tidur maka matinya dalam keadaan syahid disisi allah.” Maksudnya orang yang berwudhu sebelum tidur akan memperoleh posisi yang tinggi disisi Allah. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa berwudhu sebelum tidur merupakan anjuran nabi yang harus dikerjakan bila seseorang ingin memperoleh kemuliaan disisi Allah. Lho kok malah tidak pada jalan, hahahaha. Penjelasanku terlalu panjang dan membingungkan ya?”

Kami bertiga tertegun mendengar penjelasan Akal. Kami semua sepakat kalau apa yang dikatakan Akal selalu berbobot dan memberikan wawasan baru.

“Apakah air wudhu mampu menjaga wajah wanita tetap cantik, Boy?” entah kenapa Nafsu bertanya yang seharusnya ditanyakan oleh Hati. Tiba-tiba permaiannya berhenti sejenak.

“Hahahaha,” Akal tertawa mendengar pertanyaan Nafsu.”Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan sekaligus neurology berkebangsaan Austria, menemukan sesuatu yang menakjubkan tentang wudhu. Ia mengemukakan bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka, yaitu sebelah dahi, tangan, dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar. Dari sini ia menghubungkan hikmah wudhu yang membasuh pusat-pusat syaraf tersebut.

“Dokter Ahmad Syauqy Ibrahim peneliti hidung, penyakit dalam, dan penyakit jantung di London mengatakan : "Para pakar sampai kepada kesimpulan: Pencelupan anggota tubuh ke air akan mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan pada syaraf dan otot, menormalkan detak jantung, kecemasan dan insomania (susah tidur)".

Akal berhenti sejenak mengambil nafas. Menyeruput cokelat panas di depannya.

“Mokhtar Salem dalam bukunya “Prayers a Sport for the Body and Soul” menjelaskan bahwa wudhu dapat mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Apabila dibersihkan dengan air (terutama saat berwudhu), maka bahan kimi tersebut akan larut bersama air. Selain itu, wudhu juga dapat membuat seseorang menjadi tampak lebih muda.

“Di dalam buku Mukjizat Berwudhu karya Drs. Oan Hasanuddin, R.O, Akp, MA. Dijelaskan bahwa anggota badan yang dibasuh air wudhu memiliki titik akupresure dan akupunktur yang sangat bermanfaat bagi kesehatan seseorang. Titik-titik tersebut merupakan bagian titik pijat dan akupunktur untuk mengobati berbagai macam penyakit.

“Ulama fiqih juga menjelaskan bahwa wudhu juga merupakan upaya untuk memelihara kebersihan. Daerah yang dibasuh dengan air wudhu seperti tangan, daerah muka, dan kaki merupakan bagian yang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing, termasuk kotoran. Oleh karena itu, daerah tersebut harus dibasuh untuk menghindari penyakit kulit yang umumnya sering menyerang permukaan kulit yang terbuka dan jarang dibersihkan seperti sela-sela jari tangan, kaki, dan belakang telinga.

“Memang terdapat penelitian dan terbukti bahwa wudhu dapat membuat kita lebih cantik, tetapi janganlah berwudhu karena hanya mengejar niat ini. Baiknya, apa-apa yang kita lakukan selalu arahkan untuk mencapai Ridha Allah SWT. Masih ada yang meragukan manfaat tersembunyi dari berwudhu?”

Kami bertiga sepakat menggelengkan kepala. Permainan UNO dilanjutkan kembali. Kini posisi kartu masing-masing, aku masih tersisa 3 kartu, Akal 1 kartu, Nafsu 3 kartu dan Hati 5 kartu. Yang memungkinkan menang terlebih dahulu adalah Akal karena kartunya tinggal satu. Bukan Nafsu namanya kalau membiarkan Akal menang dengan mudah.

Giliran Nafsu mengeluarkan kartu Skip kepada Akal, sehingga akal tidak bisa berjalan. “Makan itu kartu Skip,Boy!”

“Sekarang giliran kamu Naf!” pinta Hati

“Lho kau kan sudah mengeluarkan kartu Skip!”

“Maksudnya giliran kamu yang bersuara setelah Akal dan Hati tadi,” aku bersuara menengahi.

“Oh itu, apa ya? Tadi Hati memilih ASI, Akal memilih air wudhu,” Nafsu mulai berpikir.

“Ah kelamaan mikir kamu Naf!” sebal Hati.”Masalah nyanggah kamu nomor satu. Giliran dapat bagian malah bingung, huuuuuuu.” Hati menjulurkan lidahnya sebagai tanda mengejek Nafsu.

“Sabar, Hat! Biarkan Nafsu berpikir sejenak!” tenang Akal

Hujan di luar agaknya belum mau mereda. Malah mulai timbul petir di langit.
*****
“Kalau menurutku Air Zamzam. Zamzam yang dalam Bahasa Arab memiliki arti ‘banyak atau melimpah ruah’. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa air ini memiliki keunggulan dan kelebihan dibandingkan dengan air tanah biasa. Melalui penelitian kimia dan fisika dalam air zamzam, Dr Hamdi Saif dari Alexandria University bahkan menyimpulkan, zamzam adalah air terbaik di permukaan bumi. Zamzam memiliki keseimbangan elektrolit yang sempurna, juga mineral esensial yang sangat baik lagi penting bagi kesehatan. Ia juga sangat alami dan murni, bebas dari satu pun mikroorganisme patogen. Air zamzam sangat membantu dalam pengobatan pengobatan penyakit ginjal dan jantung, masalah mata, migrain, dan sejumlah kondisi kronis lainnya.

“Tak seperti air lainnya, zamzam mengandung kalsium, magnesium, dan fluorida. Ini adalah kandungan unik dan khusus yang membuat zamzam memiliki khasiat untuk menyegarkan kembali para jamaah yang kelelahan.

“Dan hebatnya, zamzam tak mengenal kadaluarsa, meski harus hati-hati dengan kontaminasi wadah atau lokasi penyimpanannya. Zamzam 100 persen alami, tidak ada klorin di dalamnya, juga tidak diolah secara kimia dengan cara apapun.

“Peneliti Puslit Geoteknologi LIPI, Robert M. Delinom mengatakan, air zamzam memiliki kandungan mineral yang lebih dibandingkan dengan air tanah pada umumnya. Salah satunya, dipengaruhi lingkungan geologis dan cuaca. Robert memaparkan kondisi sekitar Mekkah yang tidak banyak air hujan, cuaca yang panas mengakibatkan terjadinya penguapan mineral yang terkonsentrasi dalam air. Sehingga lebih berkhasiat. Lebih menyehatkan badan, energinya lebih, memberikan nutrisi pada tubuh. UNO...” teriak Nafsu girang bukan main. Lagi-lagi dia mengeluarkan kartu Skip mematikan langkah Akal.

Senang rasanya mendengar semua penjelasan dari mereka bertiga. Awalnya aku hanya ingin mendengarkan mereka berpendapat. Tetapi mereka memberikan ilmu pengetahuan yang mungkin aku sendiri belum mendapatkannya. Tak terasa jam dinding kamar menunjukkan pukul 16:00, berarti sudah 2 jam lebih kami berdiskusi dan bermain UNO.

Tiba-tiba petir menyambar di tengah perasawahan. Menimbulkan gelegar suara gemuruh yang lumayan memekakkan telinga. Reflek Hati memelukku mencari perlindungan.

“Yaelah malah main peluk-pelukan. Main woi main,”

“Kamu mau dipeluk juga Naf. Sini-sini aku peluk...,” canda Akal melihat Nafsu kesal.

“Iiiihhh...dipeluk kamu mending aku meluk guling, Boy!”

Kami semau tertawa mendengar kelakuan mereka berdua. Permainan kami lanjutkan kembali. Sekarang posisi berimbang, Nafsu, Akal dan Hati tinggal satu kartu. Tinggal aku yang masih memegangdua kartu. Seolah aku memegang kendali permainan. Jika kartu yang aku keluarkan ternyata Nafsu tidak sama berarti kemungkinan Nafsu menang terlewati.

“Kalau kamu sendiri bagaimana, Kawan! Kesimpulan yang dapat kau berikan kepada kami semua!”

Gerakan tanganku tertahan atas pertanyaan Akal barusan.

“Eh...” aku menggaruk kepala yang tidak gatal. Semua mata memandangku.”Iya, iya tapi pandangannya jangan begitu, hahaha. Sebenarnya semua air itu baik, tergantung informasi apa yang kita berikan kepada air tersebut....”

“Maksudnya apa, Day?” Hati tiba-tiba memotong perkataanku.

“Di dalam buku-buku yang ditulis Dr. Masaru Emoto, dialah penemu kristal air yang menakjubkan itu. Bahwa air-air yang diucapkan doa dan kata-kata baik akan membentuk kristal yang sangat indah.
“Di dalam buku Thibbun Nabawi (Kedokteran Nabi) karya Imam Ibnul Qayyim. Di buku itu dituliskan bahwa Nabi Muhammad Saw, menggunakan air doa sebagai medium kesembuhan si sakit. Penemuan Dr. Masaru Emoto memiliki korelasi dengan apa yang diajarkan Nabi selama ini. Dr. Masaru Emoto mengatakan bahwa hal itu terjadi karena air merupakan misteri kehidupan. Mereka yang berhasil mengungkap rahasia di balik air, berarti telah menyingkap misteri kehidupan. Allah Swt. berfirman, “Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup…” (QS. Al-Anbiya [21]: 30).

“Dalam penelitian Masaru Emoto, semakin jelas terlihat bahwa kualitas air dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk, bergantung pada informasi yang diterimanya. Hal ini membuatnya yakin bahwa kita, manusia, juga dipengaruhi oleh informasi yang kita terima karena 70% tubuh manusia dewasa adalah Air.

“Karena kualitas air bergantung pada informasi yang diterimanya, konsekuensi logisnya adalah manusia – sebagai makhluk yang sebagian besarnya terbentuk dari air – sudah seharusnya diberikan informasi yang baik. Jika kita melakukan hal ini, pikiran dan tubuh kita akan menjadi sehat. Di pihak lain, jika kita menerima informasi yang buruk, kita akan merasakan sakit.

“Mari kita berkata-kata positif kepada orangtua kita, saudara-saudara kita, sahabat-sahabat kita, pasangan hidup kita, anak-anak kita. Karena apa yang kita katakan kepada mereka sangat mempengaruhi jiwa mereka. Dengan hasil penemuan yang menakjubkan ini, semoga tidak ada lagi kata-kata kasar, merendahkan, dan menghinakan orang lain.

“Sudah selesaikan Boy? Cepat keluarkan kartumu!”

Dengan terpaksa aku mengeluarkan kartu 7 Merah. Aku sudah menduga kalau Nafsu pasti memiliki kartu yang sama. Entah itu angka atau warnanya.

Tiba-tiba.....Peeettttttt. Semua terlihat gelap. Pemadaman listrik ternyata. Kami bertiga tertawa kecuali Nafsu. Dia jengkel bukan main. “Mati lampu sialan, sedikit lagi aku menang!” cerocosnya dalam kegelapan.

Aku alihkan pandangan keluar. Menembus dinding kaca yang sudah blur karena embun air hujan. Terlintas dalam pikiran sesosok wanita yang sudah beberapa hari ini tidak memberikan kabar. Aaahh sudahlah. Hatiku terasa gelap seperti gelapnya kamar ini. Terdengar Akal dan Nafsu masih adu argumen masalah kemenangan tadi.

Salam Macul

Larangan Berkhalwat

Add Comment

Sore itu rumah terasa sepi. Hati dan Akal tidak tahu kemana. Setelah meletakkan semua barang di kamar ingin rasanya beristirahat di depan televisi ruang tamu.

Terdengar gelak tawa dari Nafsu yang sudah dari tadi berada di depan televisi.

“Kau kenapa tertawa Naf?” tanyaku heran sembari menrebahkan tubuh di sofa sebelahnya.

“Itu lihat Boy berita di televisi. Sudah semakin rusak pergaulan anak muda sekarang ini? Lihat itu..”

Aku melihat berita yang memperlihatkan penggerebekan muda mudi yang berduaan di hotel. Mereka digelandang karena tidak bisa membuktikan kalau mereka suami istri. Diberitakan juga aborsi yang dilakukan wanita dikarenakan bapak dari jabang bayi tersebut tidak mau bertanggungjawab. Masih di bawah umur semua.

“Itu semua terjadi karena mereka sering berduaan di tempat sepi atau dalam agama Islam disebut Khalwat. Bukannya dalam agama Islam tindakan tersebut dilarang keras, bukan Boy?” gantian Nafsu bertanya kepadaku.

“Memang benar, dalam Islam ada perintah untuk tidak berkhalwat (beruda-duaan) antara seorang pria dan wanita yang bukan mahramnya. Disebut dalam sebuah Hadist, Ingatlah, janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita (bukan mahramnya) melainkan yang ketiganya adalah syaitan.” (Tirmidzi no. 20165). Dan juga “Janganlah sekali-kali seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita saja, kecuali ia bersama muhrimnya” (Bukhari no. 4904)

Jarang sekali Nafsu mengajak diskusi yang bahannya menyangkut perilaku syahwat seseorang. Biasanya dia lebih suka mengajak diskusi mengenai keseksian wanita daripada membahas agama. Ciri khas dirinya.

“Tahu tidak Boy, sebenarnya larangan berkhalwat tersebut ada penjelasan ilmiahnya. Inilah yang terkadang jarang sekali diketahui. Ada korelasi secara ilmiah yang menyebabkan agama Islam melarang khalwat,” lanjutnya sembari masih menatap cara berita di televisi.

Aku pun tertarik atas apa yang akan dijelaskan Nafsu. Jarang sekali dia memberitahukan sesuatu hal mengenai dirinya. Acara televisi sudah tidak membuatku tertarik. Aku memandangi Nafsu yang persis di sebelahku.

“Emang ada penjelasan ilmiahnya Naf?” tanyaku masih heran.

“Boy, Boy, kau ternyata salah satu dari orang yang tidak mengetahuinya ya? Hahaha,” ejek Nafsu mendengar pertanyaanku barusan. “Para peneliti di Universitas Valencia menegaskan bahwa seorang yang berkhalwat dengan wanita menjadi daya tarik yang akan menyebabkan kenaikan sekresi hormon kortisol. Tentu kau tahu hormon Kostisol kan, Boy?”

“Hormon yang bertanggung jawab terjadinya stres dalam tubuh,” jawabku singkat.

“Sebenarnya temuan ini sudah ada sejak tahun 2010 dan dimuat di Daily Telegraph!, “Cukuplah anda duduk selama lima menit dengan seorang wanita. Anda akan memiliki proporsi tinggi dalam peningkatan hormon tersebut,”

“Para ilmuwan mengatakan bahwa hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna untuk kinerja tubuh tetapi dengan syarat mampu meningkatkan proporsi yang rendah, namun jika meningkat hormon dalam tubuh dan berulang terus proses tersebut, maka yang demikian dapat menyebabkan penyakit serius seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi dan berakibat pada diabetes dan penyakit lainnya yang mungkin meningkatkan nafsu seksual.”

Aku masih belum mengerti atas penjelasan Nafsu. Penyataannya masih belum bisa sepenuhnya aku cerna. Yah, inilah jika harus berdiskusi dengan Nafsu tanpa ada Akal dan Hati di sini.

“Peningkatan hormon tersebut bisa memicu stres. Stres yang tinggi hanya terjadi ketika seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita asing (bukan mahram), dan stres tersebut akan terus meningkat pada saat wanitanya memiliki daya tarik lebih besar! Tentu saja, ketika seorang pria bersama dengan wanita yang merupakan saudaranya sendiri atau saudara dekat atau ibunya sendiri tidak akan terjadi efek dari hormon kortisol.

“Seperti halnya ketika pria duduk dengan seorang pria aneh, hormon ini tidak naik. Hanya ketika sendirian dengan seorang pria dan seorang wanita yang aneh! Paham Boy?” rupanya Nafsu tahu kalau aku belum sepenuhnya mengerti dan paham atas penjelasannya. Aku hanya menggelangkan kepala.

“Makanya Boy, jangan heran jika di media massa ada berita lelaki hidung belang meninggal karena serangan jantung ketika sedang bersama selingkuhannya. Bisa jadi karena dia stres tingkat dewa, hahaha,” lagi-lagi Nafsu tertawa. “Itulah mengapa Islam sangat melarang karena menginginkan kita menghindari banyak penyakit sosial dan fisik.”

“Ketika seorang beriman mampu menghindari diri dari melihat wanita (yang bukan mahram) dan menghindari diri dari berkhalwat dengan mereka, maka ia mampu mencegah penyebaran amoralitas dan dengan demikian melindungi masyarakat dari penyakit epidemi dan masalah sosial, dan mencegah individu dari berbagai penyakit.”

Aku mendekati Nafsu, meletakkan telapak tanganku di dahinya. “Hangat kok!” ujarku.

“Ehh, sialan kau Boy! Hahaha”

Kami berdua tertawa bersama. Ada kalanya Nafsu memberiku penjelasan dan pelajaran yang tidak aku dapatkan dari Akal dan Hati. Di sinilah aku merasakan belajar dari mereka bertiga.

“Assalamu’alaikum....” terdengar ucapan salam dari luar. Sepertinya Hati dan Akal pulang dari entah darimana.

"Wa'alaikumsalam...," jawab kami bersamaan.

“Lagi pada nonton apa nih? Tumben akur gitu?” goda Akal yang melihatku dan Nafsu satu sofa.

“Noh lihat Naruto. Mau merasakan chidoriku?” jawab Nafsu dengan kesal.

Mulai lagi deh. Sebentar saja merasakan ketenangan. Aku hanya tepok jidat melihat kelakuan mereka berdua. Hati langsung menuju ke dapur.

“Ayo siapa takut? Belum pernah merasakan Rasenganku kan? Hahaha,” tantang Akal menanggapi.

Dan aku memutuskan untuk mandi. Daripada harus melihat pertengkaran mereka berdua.

Salam Macul

Keberkahan Di Pagi Hari

Add Comment

“Kau sudah bangun, Kawan?” suara Akal menyapa di sebelahku sembari tangannya menyentuh bahu. Aku hanya membalasnya dengan senyuman.

Pagi hari adalah sesuatu yang aku dan Akal sukai. Setelah sholat Subuh dan mengaji jika memang tidak sedang banyak tugas aku habiskan di balkon sembari melihat pemandangan hijau persawahan yang terhampar di depan rumah.

“Hati dan Nafsu sudah bangun?” tanyaku kepadanya.

“Hati dan Nafsu sedang sholat subuh. Biasalah Nafsu sulit sekali kalau dibangunin,” jelasnya yang sudah duduk persis di sebelahku.

“Kau tahu Kawan, dalam Islam pun sebenarnya sangat peduli dengan dinamika dan semangat beraktivitas di awal waktu. Setiap hari selalu diawali dengan datangnya waktu pagi. Waktu pagi merupakan waktu istimewa. Ia selalu diasosiasikan sebagai simbol kegairahan, kesegaran dan semangat. Barangsiapa merasakan udara pagi niscaya dia akan mengatakan bahwa itulah saat paling segar alias fresh sepanjang hari. Pagi sering dikaitkan dengan harapan dan optimisme. Pagi sering dikaitkan dengan keberhasilan dan sukses. Sehingga dalam peradaban barat-pun dikenal suatu pepatah berbunyi: ”The early bird catches the worm.” (Burung yang terbang di pagi harilah yang bakal berhasil menangkap cacing)

Inilah yang aku sukai dari Akal. Setiap kali berdiskusi dengannya selalu menarik. Tanpa ada bahan yang harus kita bahas sebelumnya, selalu mengenai hal-hal yang sering kami lakukan. Aku menoleh kepadanya menandakan rasa heran dan meminta penjelasan lebih.

“Jangan kau menatapku dengan tanda tanya yang besar begitulah, Kawan! Hahaha,” Akal tertawa melihat ekspresiku atas pernyataannya barusan.

“Dalam sebuah hadits ternyata Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mendoakan agar ummat Islam peduli dan mengoptimalkan waktu spesial dan berharga ini. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam berdoa: “Ya Allah, berkahilah ummatku di pagi hari.” Rasulullahshollallahu ’alaih wa sallam biasa mengirim sariyyah atau pasukan perang di awal pagi dan Sakhru merupakan seorang pedagang, ia biasa mengantar kafilah dagangnya di awal pagi sehingga ia sejahtera dan hartanya bertambah.” (HR Abu Dawud 2239)

Aku masih menjadi pendengar setia. Terkadang aku tidak bisa mengikuti alur pikirannya si Akal. Aku masih menatap ke arah persawahan. Denyut nadi kehidupan kampung mulai berdetak. Satu dua orang petani mulai beranjak dari rumahnya menuju sawah. Kabut tebal yang tadi pagi menutupi sedikit terurai datangnya sinar matahari pagi.

“Melalui doa tersebut Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam ingin melihat umatnya menjadi kumpulan manusia yang gemar beraktifitas di awal waktu. Dan hanya mereka yang sungguh-sungguh mengharapkan keberhasilan dan keberkahanlah yang akan sanggup berpagi-pagi dalam kesibukan beraktifitas,” tiba-tiba suara Hati datang dari belakang. Rupanya dia juga mengikuti perbincangan ringan pagi ini. Hati keluar membawa nampan yang berisi empat cangkir teh hangat.

“Ngobrolnya tentu lebih asyik jika ditemani secangkir teh hangat,” tambahnya.
Raut wajah senang terpancar dariku dan Akal. Sekarang di meja sudah tersedia empat cangkir teh hangat yang siap disruput. Pasti semakin mengasyikan.

“Makanya Boy, janganlah kita menjadi seperti sebagian orang di muka bumi yang membiarkan waktu pagi berlalu begitu saja dengan aktifitas tidak produktif, seperti tidur misalnya. Barangsiapa yang mengisi waktu pagi dengan tidur akan menjadi pihak yang sering kalah dan merugi,” sekonyong-konyong Nafsu muncul dari belakang dan langsung mengambil satu cangkir teh hangat dan langsung menyruputnya.

“Kok bisa kamu katakan pihak yang kalah dan merugi?” aku melemparkan pertanyaan kepadanya.

“Hahahaha....” Nafsu lantas tertawa. Kami bertiga saling pandang. “Boy, Boy, bagaimana tidak kalah dan merugi? Pagi merupakan waktu yang paling segar dan penuh gairah. Bila di saat paling baik saja seseorang sudah tidak produktif, bagaimana ia bisa diharapkan akan sukses beraktifitas di waktu-waktu lainnya yang kualitasnya tidak lebih baik dari waktu pagi hari?”

“Berarti seperti kamu sendiri kan, Naf! Sering susah sekali dibangunin, hahaha,” balas Hati telak. Kami bertiga tertawa menyambutnya. Karena dari kami semua Nafsulah yang sering susah dibangunin. “Eeehhhh...ya bukannya begitu juga!” balasnya salah tingkah.

“Sudah-sudah, kasihan Nafsu kamu goda terus begitu, Hat. Lagian untuk bangun pagi hampir rata-rata orang di kampung jagonya. Beda sekali dengan orang-orang kota yang super duper sibuknya. Lantas adakah sebenarnya kiat-kiat yang bisa kita terapkan untuk bisa mendapatkan keberkahan di pagi hari, Kal?”

Oh ya lupa, Akal sering memanggil yang lainnya dengan sebutan “Kawan”. Sedangkan Nafsu sering menggunakan kosakata “Boy” untuk memanggil kami semua. Hanya Hati yang memanggilku dengan nama langsung, begitu juga kepada yang lainnya.

“Jangan pernah biasakan begadang di malam hari. Idealnya kita jangan tidur malam melebihi jam sepuluh malam. Kalaupun banyak tugas, maka pastikan mulai tidur jangan lebih lambat dari jam sebelas. Kalaupun tugas sedemikian bertumpuknya, maka pastikan bahwa pukul duabelas tengah malam merupakan batas akhir kita masih bangun,”

“Tuh dengerin, Naf, apa kata Akal barusan. Jangan banyak begadang!” ujar Hati menasehati Nafsu yang punya kebiasaan begadang. Nafsu hanya tersenyum kecut.

Akal menyeruput teh hangatnya. “Sebisa mungkin kita bangun di tengah malam sebelum azan Subuh untuk mengerjakan sholat tahajjud dan witir. Jumlah rakaatnya sesuai kesanggupan fisik dan ruhani sehingga minimal dua rakaat tahjjud dan satu rakaat witir. Syukur-syukur bisa sebanyak delapan rakaat tahajjud dan tiga rakaat witir sebagaimana yang dilakukan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Karena Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjamin bahwa orang yang menyempatkan diri untuk bangun malam dan sholat malam, maka ia bakal memperoleh semangat dan kesegaran di pagi harinya. Dan sebaliknya, barangsiapa yang tidak menyempatkan diri untuk bangun dan sholat malam, maka di pagi hari ia bakal memiliki perasaan buruk dan  malas.”

“Ah, masak iya sih Kal?” sergah Nafsu yang masih asyik menikmati hangatnya sinar matahari pagi.

Matahari pagi sudah mulai beranjak dari peraduannya. Aktivitas orang-orang kampung pun sudah mulai terlihat. Para petani berbondong-bondong ke sawah masing-masing. Sebuah aktivitas yang tidak mungkin kita jumpai jika bertempat tinggal di kota metropolitan. Yang ada hanya hamparan gedung-gednung pencakar langit yang menjulang tinggi.

“Sesuai Hadist Nabi, “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Syetan akan mengikat tengkuk salah seorang di antara kamu apabila ia tidur dengan tiga ikatan. Syetan menyetempel setiap simpul ikatan atas kalian dengan mengucapkan: Bagimu malam yang panjang maka tidurlah. Apabila ia bangun dan berdzikir kepada Allah ta’aala maka terbukalah satu ikatan. Apabila ia wudhu, terbuka pula satu ikatan. Apabila ia sholat, terbukalah satu ikatan. Maka, di pagi hari ia penuh semangat dan segar. Jika tidak, niscaya di pagi hari perasaannya buruk dan malas.” (HR Bukhary 4/310)

“Ooooo...” Nafsu memonyongkan bibirnya membentuk huruf O mendnegar penjelasan Akal.

“Boleh aku ikut menambahkan?” tanya Hati yang sudah dari tadi ingin ikut berkomentar. Lagi-lagi aku hanya menjadi pendengar setia mereka bertiga. Aku dan Akal menggangguk mengiyakan. “Pastikan tidak kesiangan sholat subuh. Dan untuk laki-laki usahakanlah untuk sholat subuh berjamaah di masjid. Sebab sholat subuh berjamaah di masjid merupakan sarana untuk membersihkan hati dari penyakit kemunafikan.”

Sesuai dengan sabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi kaum munafik adalah sholat isya dan subuh (berjamaah di masjid). Andai mereka tahu apa manfaat di dalam keduanya niscaya mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak-rangkak (HR Muslim 2/123). Dan juga Hadist, “Dan sungguh dahulu pada masa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tiada seorang tertinggal dari sholat berjama’ah kecuali orang-orang munafiq yang terang kemunafikannya.” (HR Muslim 3/387)

“Mungkin kamu mau ikut menambahkan, Day?” Hati beralih bertanya kepadaku. Aku menatapkannya tajam kemudian tersenyum.

“Aku sebenarnya tidak tahu harus menambahkan pernyataan apa,” aku habiskan tegukan terakhir teh hangat buatan Hati. “Tetapi menyambung atas apa yang dijelaskan oleh Akal barusan. Orang yang tidur di waktu pagi berarti menyengaja dirinya tidak menjadi bagian dari umat Islam yang didoakan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memperoleh berkah Allah di pagi hari. Ia sudah menyia-nyiakan kesempatan yang begitu berharga. Pagi adalah waktu yang paling berkualitas sepanjang hari. Tak heran bila Nabi shollallahu ’alaih wa sallam justru memobilisasi pasukan perangnya untuk berjihad fi sabilillah senantiasa di awal hari yakni di waktu pagi sehingga pihak musuh terkejut dan tidak siap menghadapinya.

“Jadi, janganlah tidur sesudah sholat subuh. Segeralah isi waktu dengan sebaik-baiknya, bisa dengan membaca wirid atau ma’tsurat pagi atau apapun kegiatan bermanfaat lainnya. Barangkali bisa membaca buku, berolah-raga atau menulis buku atau bahkan berdagang sebagaimana kebiasaan sahabat Sakhru bin Wada’ah. Atau mungkin berkumpul berdiskusi seperti yang kita lakukan ini.”

“Kau tidak mau ikut menambahkan, Naf?” pertanyaanku kepada Nafsu yang sejak tadi hanya diam dan mendengarkan.

“Sudah kalian sebutkan semua. Sudah ah, aku mau mandi terus tidur kembali!”balasnya masuk ke dalam rumah setelah meletakkan cangkir kosongnya di meja depan kami bertiga.
Kami bertiga hanya menggelengkan kepala.

Sinar matahari pagi telah menembus semua kabut pagi. Tidak ada yang tersisa. Kehidupan sudah mulai tampak terhampar di persawahan. Petani mengolah sawahnya dengan begitu semangat.

Ya Allah, berkahilah kami di pagi hari selalu. Ya Allah, kami berlindung kepada Engkau dari kemalasan dan ketidakberdayaan dalam hidup kami, terutama di waktu pagi hari.

Semangat Pagi para sahabat Maculkers